Viral! Ditolak Ambulans, Seorang Ayah Gotong Sendiri Jenazah Anaknya Pulang Ke Rumah

By | 25 Agustus 2019

Seputarinfomenarik.com – Viral! Ditolak Ambulans, Seorang Ayah Gotong Sendiri Jenazah Anaknya Pulang Ke Rumah, Peristiwa ini dialami seorang warga dikampung kelapa indah, kota tangerang, Kelurahan kelapa indah, kota tangerang. yang terpaksa mengotong jenazah anaknya sendiri pulang ke rumahnya lantaran ambulans yang enggan mengantarkan jenazah tersebut.


KRONOLOGI!


Peristiwa ini bermula saat Husein bersama temannya Fitrah (12) Dilaporkan tenggelam disungai cisadane, Husein ditemukan pada sore dan temannya fitrah baru ditemukan malam harinya dalam kondisi yang sudah meninggal.


Seketika Husein langsung dilarikan ke puskesmas terdekat Lantaran Husein ditemukan masih bisa bernafas namun nyawanya tidak bisa diselamatkan karena terlalu banyak menelan air yang kotor ditubuhnya saat tenggelam.


Ayah husein sendiri berusaha untuk mengikhlaskan kepergian putranya, Ayahnya husein kemudian meminta peminjaman jasa ambulan untuk pengantaran jenazah anaknya ke rumah duka, namun petugas ambulans beralasan ambulans hanya untuk mengantar pasien yang mengalami sakit bukan untuk jenazah. Hal itu berdasarkan SOP dari dinas kesehatan kota tangerang.



Tak pikir panjang, sang ayah langsung mengotong putranya menuju ke rumah duka atau pulang ke rumah agar jenazah putranya bisa langsung dikebumikan.



Dengan wajah yang sangat sedih, ayah husein membawah jenazah putranya menuju jembatan penyeberangan orang (JPO). Melihat kejadian memilukan tersebut, seorang warga atau pengendara yang baik hati menghentikan laju kendaraannya (Mobil) dan memberikan tumpangan untuk sang ayah dan jenazah putranya menuju rumah duka.



Tanggapan Pemkot Tangerang



Mengetahui hal tersebut, Pemkot kota tangerang menyatakan minta maaf sebesar-besarnya kepada keluarga korban atas kejadian tersebut. Pemkot tangerang mengatakan hal tersebut terjadi karena kesalahpahaman petugas puskesmas dalam pelayanan mobil ambulans.





Tanggapan Admin!

Menurut Admin sendiri petugas puskesmas tidak salah namun ya gimana seharusnya diberikanlah tumpangan atau apalah itu semoga kejadian ini tidak berulang kembali dan Semoga keluarga diberi ketabahan, kesabaran dalam menghadapi ujian ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *