‘Megophrys Kalimantanensis’ Spesies Baru Katak Tanduk Dari Kalimantan

By | 7 Oktober 2019
Katak Tanduk Dari Kalimantan

 

Seputarinfomenarik.com – Berdasarkan ekspedisi yang sudah dilakukan oleh Tim peneliti dari lembaga ilmu pengetahuan indonesia (LIPI) di pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, juga di Bario, Sarawak dan pegunungan Crocker di Sabah, Malaysia. Tim peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kyoto University Jepang, Aichi University of Education Jepang, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Negeri Semarang berhasil menemukan sebuah spesies baru katak tanduk yang didapatkan atau diketahui hidup di hutan Kalimantan.
 
Jenis baru katak tanduk yang asli saat ditemukan dihutan kalimantan ini diberi nama Megophrys Kalimantanensis. Pemberian nama Kalimantanensis sendiri diambil dari toponim nama pulau Kalimantan. Penemuan jenis baru ini sudah dipublikasikan di jurnal Zootaxa vol. 4679 [1].

Melalui pendekatan dari tiga metode tersebut yang meliputi morfologi, molekuler dan akustik, spesies yang sebelumnya diduga sebagai spesies yang sudah ada yaitu katak tanduk pinokio (Megophrys Nasuta) [2] ternyata merupakan jenis spesies baru yang sangatlah berbeda dan masih belum memiliki nama ilmiah.
 
Meskipun secara morfologi sangat mirip dengan katak tanduk pinokio, namun ada perbedaan apabila dibandingkan dengan katak tanduk pinokio, jenis baru ini memiliki tanduk (dermal accessory) yang terletak pada bagian moncong dan mata yang lebih pendek, juga sepasang lipatan lateral tambahan pada sisi sayap, Pada saat berudu (Anak Katak) , katak ini memilikki berwarna coklat tua yang condong ke oranye-coklat dan akan berubah menjadi coklat pucat pada saat si katak ini sudah dewasa.
 
Secara akustik (Suara), suara individu jantan dari jenis baru inipun memiliki variasi yang lebih banyak lagi dan lebih panjang jika dibandingkan dengan spesies katak tanduk pinokio.
“Berdasarkan hasil yang sudah dianalisis oleh lembaga ilmu pengetahuan indonesia (LIPI) dari ketiga metode pendekatan tersebut yang melipti Morfologi, mokuler, akustik. kami dari Lembaga ilmu pengetahuan indonesia (LIPI) telah menyimpulkan bahwa jenis tersebut merupakan jenis baru dan kemudian diberi nama Megophrys Kalimantanensis,” jelas peneliti bidang herpetologi Pusat Penelitian Biologi LIPI, Amir Hamidy.




Sumber: http://lipi.go.id/berita/Spesies-Baru-Katak-Tanduk-dari-Hutan-Kalimantan/21802

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *