Australia Berencana Musnahkan 2 Juta Kucing Liar

By | 6 Mei 2019
Seputarinfomenarik.com – Sejak 2015, pemerintah Australia telah mendeklarasikan “perang” terhadap kucing liar dan menargetkan untuk memusnahkan 2 juta kucing liar pada 2020 untuk melestarikan beberapa species hewan asli australia yang di anggap mengalami kepunahan atau kemarian massal karena perilaku predator kucing liar.

Dalam sebulan, hampir setengah juta sosis telah di sebar, sekitar 50 sosis di hamburkan dari pesawat tiap kilometer di area yang di penuhi kucing liar. Sosis tersebut terbuat dari campuran daging kanguru, lemak ayam, rempah-rempah dan racun, kucing liar akan mati dalam waktu sekitar 15 menit setelah makan sosis beracun tersebut.
Bahkan di beberapa negara bagian telah melangkah lebih jauh, seperti di Queensland, dewan pemerintah setempat menawarkan hadiah sebesar 10 dollar Australia per ekor kucing liar yang berhasil di tangkap, sesuatu yang dinilai “sangat kejam” oleh organisasi perlindungan hewan PETA.

Artikel Terkait:


Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Biological Conservation, menunjukkan data bahwa kucing liar telah membunuh 377 juta burung dan 649 juta reptil setiap tahun.
Menurut juru bicara Departemen Lingkungan dan Energi Australia yang mengutip penelitian ilmiah : “Species endemik adalah mangsa yang mudah di tangkap, kucing liar diyakini membunuh lebih dari 1 juta burung asli dan 1,7 juta reptil di Australia setiap hari nya”, beberapa species endemik yang terancam oleh eksistensi kucing liar adalah kelinci ekor sikat (kini terancam punah), dan beberapa hewan pengerat.

Rencana pemerintah Australia ini mendapat banyak pertentangan, ratusan ribu netizen menandatangani petisi penolakan. Para aktivis konservasi juga mengecam rencana ini, dan menyebut pemerintah hanya fokus pada kucing liar tanpa memperhatikan faktor lain seperti ekspansi manusia, penebangan hutan, dan pertambangan.
Kucing bukanlah hewan asli Australia, pertama kali dibawa oleh imigran dari benua eropa pada abad ke 17. Sejak itu jumlah kucing meningkat dan tersebar di hampir 99,8 persen wilayah Australia.



Bagaimana nih tanggapannya mengenai hal ini? berikan komentarnya ya 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *