Widget HTML Atas

Anggaran Dana Desa Tahun 2021 Naik 1,1 Persen

Dana Desa Tahun 2021 Naik 1,1 Persen
 

Halo sobat pejuang desa kembali lagi di blog informasidesa.id, pada artikel kali ini kita akan membahas berita terupdate mengenai dana desa tahun 2021 mendatang. Di tengah resesi ekonomi Indonesia di tengah pandemi covid-19 pemerintahan desa sempat digemparkan dengan adanya rumor bahwa dana desa tahun 2021 akan di tiadakan. Hal ini menjadi perbincangan hangat di kalangan forum kepala desa diseluruh daerah di Indonesia.

Pandemi covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia sangat mengganggu kestabilan ekonomi, tidak saja mengganggu APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional) juga APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Ditengah silih bergantinya peraturan dan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, dampaknya sangat dirasakan oleh pemerintah daerah sampai pemerintah tingkat desa. 

Terutama pemerintaan desa yang menjadi ujung tombak paling bawah, dipaksa untuk mengedukasi masyarakat tentang protokoler penanganan Covid-19. Belum lagi mengenai data bantuan yang terbentur dengan syarat dan ketentuan penerima yang layak. Dimana standarisasi rakyat miskin dan rakyat yang terdampak setiap wilayah tentu berbeda.

Dana Desa Tahap Dua Diprioritaskan untuk BLT 

Prioritas dana desa 2020 difokuskan pada bidang pebangunan dan pemberdayaan sesuai dengan PermendesaPDTT No 11 Tahun 2019 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2020. Penggunaan dana desa di prioritaskan untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan di bidang Pebangunan Desa dan Peberdayaan Masyarakat Desa.

Setelah desa diwajibkan untuk menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap satu sebesar Rp. 600.000 per bulan selama 3 Bulan (April-Juni). Desa kembali diwajibkan untuk menyalurkan BLT tahap dua bulan Juli-September kali ini besarannya bantuan Rp. 300.000 per bulan.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar melaporkan penggunaan dana desa untuk pembiayaan BLT dana desa mencapai Rp. 17, 4 Triliun. Hal ini menunjukan keseriusan pemerintah dalam penanganan tanggap cepat covid-19.

Tentunya kita semua berharap bahwa pandemi covid-19 ini cepat selesai, untuk menstabilkan kembali kondisi perekonomian nusantara. Banyak karyawan yang di rumahkan, pedagang kecil yang gulung tikar.  

Jokowi: Anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa 2021 mencapai 796,3 Triliun

Jokowi dan Sri Mulyani Menyampaikan Kenaikan Dana Desa 2021

Sebagai pendukung langkah pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional melalui pembangunan aksesbilitas dan konektivitas kawasan sentra pertumbuhan ekonomi. Jokowi juga mengoptimalkan pemanfaatan dana desa bagi hasil dalam rangka mendukung penanganan kesehatan, jaring pengaman sosial , serta peulihan ekonomi akibat dampak covid-19.

Sri Mulyani juga menyampaikan anggaran dana desa tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 1,1 Persen dari alokasi tahun 2020. Disamping itu dana desa di arahkan untuk berfokus pemulihan ekonomi desa. Dimana pemerintah akan fokus dalam program padat karya tunai dan jaring pengaman sosial berupa bantuan tunai langsung.

Beberapa program bantuan yang dikeluarkan oleh pemerintah adalah BLT Dana Desa, Bantuan Sosial Kementerian Sosial, BST Kabupaten, BSU BPJS Ketenagakerjaan, Kartu Prakerja, BPNT, PKH dan lain-lain.

Nah itu tadi sobat sudah jelas bahwa dana desa tahun 2021 tetap masih ada, serta mematahkan isu bahwa dana desa akan dihapuskan. Dalam situasi dan kondisi yang sedang tidak kondusif begini kita harus pandai-pandai memahami dan jangan langsung berspekulasi yang belum jelas sumbernya.

Kita tentunya bedoa agara pandemi covid-19 ini cepat berakhir agar segala kegiatan yang direncakan oleh desa dapat terlaksana, tanpa ada pengurangan dana desa kembali. Tetap semangat kita sebagai pemerintahan paling bawah untuk senantiasa menghimbau kepada masyarakat pentingnya kesadaran mmengikuti protokoler kesehatan covid-19.

Tidak ada komentar untuk "Anggaran Dana Desa Tahun 2021 Naik 1,1 Persen"