Cerita Mengerikan Dibalik Peristiwa Pembantaian Oleh Ninja Banyuwangi Tahun 1998

Cerita Mengerikan Dibalik Peristiwa Pembantaian Oleh Ninja Banyuwangi Tahun 1998


Info Menarik - Tahun 1998 merupakan tahun yang sangat genting untuk bangsa Indonesia. Tumbangnya orde baru, penjarahan di mana-mana, serta banyaknya para mahasiswa dan aktivis yang pada waktu itu harus meregang nyawa demi menciptakan Indonesia yang demokrasi. Tumbangnya orde baru ini karena presiden Soeharto mengundurkan diri atas desakan dan demonstrasi para rakyatnya.



Bukan hanya itu, ada hal yang paling keji, bahkan bisa dibilang warga Indonesia sudah masuk ke titk terendah sebagai manusia, yang mana tertulis di dalam buku yang berjudul Tragedi Mei 1998 dan Lahirnya Komnas Perempuan. Perbuatan keji yang dimaksud adalah pemerkosaan yang sangat brutal dilakukan oleh massa yang cukup banyak. Para korban mengalami trauma dan meninggalkan Indonesia untuk melupakan trauma yang mendalam tersebut.
Bukan hanya sampai di situ, peristiwa '98 yang paling heboh adalah munculnya para "Ninja". Berita adanya ninja ini sangat mencemaskan dan menakutkan bagi masyarakat, khususnya para ulama Islam yang pada waktu itu yang dibunuh dan dibantai secara massal.

Memang jika dilihat dari pengertiannya, ninja adalah mata-mata zaman feodal di Jepang yang terlatih dalam seni ninjutsu.
Menurut sebagian pengamat ninjutsu, keahlian seorang ninja bukanlah pembunuhan tetapi penyusupan. Ninja berasal dari bahasa Jepang yang berbunyi nin yang artinya menyusup.
Lantas siapa dalang dari para ninja yang membuat heboh di tahun 1998?
Peristiwa ini tertulis dalam buku berjudul Geger Santet Banyuwangi karya Veven Sp. Wardhana, Abdul Manan dan Imam Suma Atmadja. Fitnah dimulai dengan isu "dukun santet". Pembunuhan pertama terjadi pada Februari 1998 dan memuncak hingga Agustus dan September 1998. Dalam kejadian ini, setelah dilakukan pendataan korban, ternyata banyak di antara para korban bukan merupakan dukun santet melainkan guru mengaji dan dukun suwuk (penyembuh).


Demi mengungkap siapa dalang dari semua ini, para Ulama NU pun membentuk tim investigasi. Di dalam laporan Tim Investigasi NU itu adanya aktor dan dalang dibalik isu "dukun santet" ini, antara lain tiga pejabat Banyuwangi: Bupati T. Purnomo Sidik, Komandan Komando Distrik Militer Letnan Kolonel Subiraharjo, dan Kepala Kepolisian Resor Letnan Kolonel Edy Moerdiono.


Kecurigaan ini diperkuat oleh kopian radiogram Bupati yang ditujukan kepada para kepala desa, lewat camat-camat di wilayahnya, tertanggal 10 Februari 1998, bernomor 300/70/439.0131/1998. Instruksinya: mendata orang-orang yang diduga berpraktik sebagai dukun santet. Ternyata data ini malah sampai ke tangan para warga dan menghakimi para ulama tersebut dengan membabi buta dengan biadab.

Artikel Terkait:


Namun, hal ini disangkal oleh Bupati T. Purnomo.Beliau mengatakan radiogram itu dikeluarkan bulan September, tapi Tim Investigasi NU tidak memercayai alasannya. Karena yang dibantai itu adalah orang yang disebut di dalam radiogram dan hasilnya mereka semua meninggal berjumlah 118 orang.
Menurut Choirul Anam, provokator untuk membantai ulama adalah Agus Indriawan, preman yang sehari-harinya berprofesi sebagai calo pengujian kendaraan bermotor di Kantor Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Banyuwangi. Agus bertugas sebagai perekrut "para ninja", ini didapati setelah tertangkapnya para anggota ninja tersebut.

Mereka mengaku bahwa Agus selalu bilang agar tak usah khawatir soal sepak terjang menjadi ninja bayaran, karena dijamin oleh beking yang berdinas di Kesatuan Intelijen Pengamanan Politik Kepolisian Resor Banyuwangi. Ternyata mereka mendapat bayaran dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta, dengan amplop dan bertuliskan para korban yang harus dibunuh.

Untuk memudahkan para algojo itu melaksanakan tugasnya, komplotan itu memberikan rambu khusus di sekitar rumah calon korban. Bila ada tanda panah merah, sang korban harus dibunuh. Alasan yang bikin mengelus dada adalah karena para ulama dan ustaz pada waktu itu tidak sepaham ideologinya dan bakal menjadi batu sandungan kepada para pejabat. Itulah alaan mereka membuat isu dukun santet.



Itulah Info Mengenai Peristiwa Pembantaian Oleh Ninja Banyuwangi Tahun 1998
Baca Juga
SHARE
Ardiansyah6661
Nama saya Ahmad ardiansyah saya blogger atau freelance yang berasal dari sebuah desa kecil di jawa tengah tepatnya di desa mrisi kecamatan tanggungharjo kabupaten grobogan
Subscribe to get free updates

Post a Comment